Slerpppppppp...
Hembusan angin membawa ku pada sebuah peraduan dimana itu tempat paling bersih dan selalu aku hiasi dengan segala yang aku rasakan saat itu. Aku heran mengapa sejak aku menginjak bangku SMP tepatnya aku sudah menjadi remaja aku menjadi sosok yang cengeng, tak habis pikir, hingga akhirnya sekarang aku sadari itu. Aku seolah-olah satu-satunya orang yang bisa menangis, semuanya karena sepi dan beberapa hal yang tak mungkin aku bisa ceritakan pada siapapun. Pernah terlintas dibenakku untuk lebih baik tak mengenal ia (mereka) sebelumnya. Namun itu hanyalah hal bodoh. Dan.............. air mata itu menetes kembali :'(
Terkadang amarah itu tak bisa lagi aku kendalikan, hanya menangis .......
Suara angin dan desahan cicak membuatku tersenyum dalam sebuah angan-angan, mereka meyakinkan aku bahwa suatu saat impianku akan menjadi nyata. Kembali aku harus memikirkan kesederhanaan ku, bahwa sebenarnya aku terlahir tanpa membawa apa-apa, yang mengisi kekosonganku Tuhan dan kedua orang tuaku. Aku sama sekali tidak bangga dengan segala yang aku miliki sekarang, karena semua yang aku miliki adalah milik dan usaha orang tuaku, yap, SUATU SAAT! PASTI! Mereka akan tersenyum bahagia layaknya ia membuatku tersenyum :') sekarang aku harus mencoba menghilangkan perasaan dan aku harus fokus pada sebuah tujuan dan tidak lagi memikikan sesuatu yang membuatku hanyut dalam kegelisahan.
Tuhan, hanya engkau tempat peraduanku, suatu saat PASTI kedua orang tuaku akan aku bahagiakan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar